My Self

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.

Senin, 04 Oktober 2010

Kebijakan Peradilan Satu Atap

Diawali dengan Amandemen ketiga Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan ketentuan pasal 24 dan TAPS MPR/X/Tahun 1998 yang menetapkan kekuasaan kehakiman bebas dan terpisah dari kekuasaan eksekutif, kebijakan satu atap kemudian diatur dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970. Berdasarkan ketentuan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 Tentang pokok-pokok kekuasaan kehakiman bahwa organisatoris, administratif, dan finansial peradilan ada di bawah kekuasaan masing-masing Departemen yang bersangkutan dan Mahkamah Agung mempunyai organisasi, administrasi, dan keuangan tersendiri. Ketentuan tersebut diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 Tentang Ketentuan-ketentuan pokok kekuasan kehakiman pasal 11 ayat 1, secara organisatoris, administratif, dan fungsional, berada di bawah kekuasaan Mahkamah Agung.

Pembinaan di bidang organisasi meliputi: pembentukan pengadilan, klasifikasi dan standarisasi pengadilan agama, penyeragaman penyebutan badan peradilan, peningkatan eselonisasi, penataan organisasi dan tatalaksana kepaniteraan. Pembinaan administrasi meliputi penyusunan pedoman kerja dan pembentukan formulir yang digunakan di pengadilan agama. Pembinaan bidang sarana peradilan agama, meliputi pembinaan kepegawaian, penyediaan gedung dan perpustakaan (Cik Hasan Bisri: 2003).

Dalam rangka mencapai tujuannya, maka diperlukan perubahan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan organisasi, administrasi dan finansial badan peradilan. Diantaranya, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 dicabut serta dinyatakan tidak berlaku oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Adapun untuk Mahkamah Agung diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985. Selanjutnya keluar Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Pengalihan Urusan Organisasi, Administrasi, dan Finansial Lembaga Peradilan dari Departemen Kehakiman ke Mahkamah Agung. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman menentukan, untuk lingkungan Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara, peralihan sudah selesai paling lambat 31 Maret 2004. Untuk Peradilan Agama, dan Peradilan Militer, peralihan harus sele-sai paling lambat 30 Juni 2004. Setelah itu, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku oleh Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang kekuasaan kehakiman, karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutahan hukum dan ketatanegaraan menurut UUD 1945.

Menurut Amar Raksasataya, Kebijakan adalah suatu cara yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. Kebijakan satu atap merupakan program pemerintah dalam pembangunan hukum di Indonesia yang berbentuk peraturan dan dituangkan melalui undang-undang, adapun yang menjadi objek pelaksanaan dari kebijak-an tersebut yaitu penyatu atapan peradilan meliputi pembinaan dan pengawasan dalam hal organisasi, administrasi, dan fungsional peradilan dari masing-masing lingkungan peradilan ke Mahkamah Agung.

Perubahan-perubahan tersebut diatas merupakan efek dari gejala reformasi hukum yang bertujuan untuk tercapainya supremasi dibidang hukum. Perubahan kebijakan satu atap tersebut erat kaitannya dengan politik hukum, agar terwujud-nya kemandirian lembaga penegak hukum yaitu lembaga peradilan yang berwibawa dan didukung oleh para penegak hukum yang profesional dan berintegritas tinggi dan terbentuknya peraturan perundang-undangan yang adil, konsekuen, dan tidak diskriminatif serta mencerminkan aspirasi masayarakat dan kebutuhan pembangunan.

Menurut Jaenal Aripin, Metode dan kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian kebijakan satu atap adalah menggunakan teori trias politika dan pemisahan kekuasaan (separation of power) yang diungkapkan oleh John Locke dan Montesquieu. Sebelum reformasi dan empat kali amandemen UUD 1945, sistem kenegaraan kita memang sudah memiliki elemen-elemen dasar trias politika, yaitu kekuasaan eksekutif, kekuasaan legislatif dan kekuasan yudikatif, namun fungsi-fungsi idealnya tidak berjalan efektif mengingat begitu kuat dan dominannya unsur kepemimpinan eksekutif di zaman presiden Soeharto, sehingga pada masa ini sistem kenegaraan kita dikenal dengan system pembagian kekuasaan (division of power) yang tumpang tindih.

Pasca reformasi sistem pembagian kekuasaan ini (division of power) dirombak sedemikian rupa mengarah pada sistem pemisahan kekuasaan (separation of power) sehingga fungsi-fungsi kelembagaan Legeslatif dan Yudikatif bisa ber-jalan mandiri, kuat dan efektif sebagaimana mestinya.

Kekuasaan kehakiman pada masa reformasi mengarah pada upaya membentuk sistem peradilan mandiri dengan sistem peradilan satu atap. Sebelumnya empat lingkungan peradilan secara teknis yudisial berada di bawah Mahkamah Agung namun secara organisasi, administrasi dan finansial berada dibawah departemen yang berbeda, Departemen Kehakiman untuk peradilan umum dan peradilan tata usaha negara, Departemen Pertahanan dan Mabes TNI untuk peradilan militer dan Departemen Agama bagi peradilan agama.

Sistem peradilan satu atap menghendaki semua lembaga peradilan baik secara teknis yudisial maupun organisasi finansial berada di bawah pelaksana kekuasaan kehakiman tertinggi yaitu Mahkamah Agung. Proses peralihan kekuasaan ini meskipun berat tetap berjalan dengan lancar, kecuali peradilan agama yang proses peralihannya sedikit mengalami perdebatan panjang, Departemen Agama dan MUI pada awalnya tidak mau melepaskan peradilan agama karena muatan-muatan historisnya yang panjang dan sangat melekat dengan umat Islam, mereka menghawatirkan ciri-ciri khas peradilan Islam ini akan memudar dan akhirnya hilang, namun anehnya, mayoritas aparatur peradilan agama sendiri sebagaimana diwakili para ketua Pengadilan Tinggi Agama di seluruh Indonesia menghendaki penyatu atapan dilakukan dengan segera, alasan yang mendasarinya adalah masalah finansial yang terkait dengan pengelolaan peradilan agama itu sendiri yang dianggap sangat tidak memadai untuk sebuah sistem peradilan yang modern dan mandiri selama dibawah Departemen Agama. Permasalahan ini tidak bisa ditujukan pada kurangnya perhatian Departemen Agama terhadap peradilan agama, hal ini lebih disebabkan pos anggaran yang sangat terbatas pada masa-masa sebelumnya.

Teori selanjutnya adalah tentang Demokrasi dan negara hukum. Bila merujuk pada teori ini apa yang terjadi dengan peradilan agama tersebut diatas menurut Jaenal Aripin sudah sesuai, terutama bila dilihat dari satatus dan kedudukannya. Pemisahan kekuasaan negara merupakan syarat mutlak bagi tegaknya demokrasi dan terciptanya supremasi hukum dalam sebuah negara hukum. Karena itu status dan kedudukan peradilan agama ketika sudah berada dibawah struktur kekuasaan kehakiman, merupakan wujud nyata dan tuntutan yang harus ada dari negara demokrasi dalam rangka menciptakan supremasi hukum.

Minggu, 01 November 2009

Twenty Two

Ya Allah,kau ciptakan kami dari tiada, menjadi ada...
Kemudian kau kembalikan kami kepadamu,...
Ya Allah,
Kehidupan kemi bejalan dan berputar sesuai dengan kehendakmu
Ya Allah,
Hari ini telah sampai usia kami dalam kedewasaan jadikanlah kami menjadi khusuk dan tawaduk dalam menerimah hikmah dan berkahmu
bertambah usia dalam hitungan kami, kerkurang pula usia kami dalam hitunganmu..

Ya Allah,
Panjangkanlah usia kami agar kami dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatmu yang lain
Panjangkanlah usia kami agar kami dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaranmu
Panjangkanlah usia kami agar kelak kami dapat membersarkan anak-anak kami untuk dapat tunduk dan berbakti kepadamu
Panjangkanlah usia kami agar kami dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rezeki yang engaku anugerahkan kepada kami.

Ya Allah,
Jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang engaku berikan
Ya Allah,
Terimakasih engkau telah mengangkat kami menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
Terimakasih engkau telah memberikan cahaya keimanan kepada kami agar kami dapat mengenalmu,
Terimakasih ya Tuhan kami...

Sabtu, 04 Juli 2009

Wah..Banyak Remaja Menikah di Usia Dini!

Sebanyak 34,5 persen dari sekitar 120.000 pernikahan di Indonesia dilakukan oleh remaja usia dini. Mayoritas dari mereka berada dalam rentang usia 12-18 tahun.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengatakan, sekitar 40 persen dari pernikahan dini tersebut terjadi di Jawa Timur. Selain karena perintah agama, pernikahan ini juga seringkali dilatarbelakangi oleh masalah tradisi lingkungan sekitar, yaitu menikah muda.

"Karena takut dicap sebagai perawan tua, maka orangtua pun buru-buru menjodohkan dan menikahkan putrinya begitu beranjak remaja," ujarnya, dalam acara seminar di Hotel Puri Asri, Kota Magelang, Rabu (24/6) malam.

Hadi mengatakan, faktor penyebab lainnya yang kerap muncul adalah masalah ekonomi. Hal ini banyak melatarbelakangi pernikahan dini di lima kabupaten di Jawa Barat, di antaranya di Kabupaten Cirebon, Karawang, dan Indramayu. Biasanya, anak gadis dari sebuah keluarga dinikahkan dengan keluarga kaya sebagai upaya untuk membayar utang atau mendongkrak perekonomian keluarga.

Hadi mengatakan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia menikah adalah 16 tahun. Namun, dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, mereka yang berada dalam rentang usia 0-18 tahun masih termasuk dalam kategori anak-anak.

"Dengan begitu, pernikahan yang dilakukan oleh mereka yang berusia di tidak lebih dari 18 tahun, tetap saja disebut sebagai pernikahan dini atau pernikahan anak di bawah umur," ujarnya.

Pernikahan dini ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai hal buruk. Selain memicu terjadinya baby booming, dan tingginya angka kematian ibu dan bayi. Emosi mereka yang belum cukup dewasa, seringkali juga menimbulkan ketidakharmonisan keluarga hingga akhirnya berakibat perceraian.

"Dengan begitu, anak-anak atau generasi yang dilahirkan dari mereka kurang berkualitas dan tidak mendapatkan cukup perhatian dari kedua orangtuanya," katanya.

Penanggung jawab Kelompok Kerja (Pokja) Pengaduan KPAI Satriyandayaningrum mengatakan, kasus perceraian akan menimbulkan konflik baru antarsuami istri tersebut yaitu masalah perebutan hak asuh anak.

"Bahkan, konflik bisa terjadi berkepanjangan karena putusan pengadilan belum tentu dipatuhi oleh kedua belah pihak," ujarnya.

Pada beberapa contoh kasus, hak asuh anak yang diputuskan dikuasakan pada si ibu, justru diabaikan karena si anak terus diasuh ayahnya, atau demikian sebaliknya। Hal ini pada akhirnya membuat kondisi kejiwaan anak semakin gamang dan depresi.

MAGELANG, KOMPAS.com

“Orang Miskin” Tak Pusing dengan Krisis Ekonomi!!

Siapa paling menderita jika krisis ekonomi mendera? Kalau versi Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, krisis ekonomi global dapat sangat merugikan penduduk miskin di negara-negara berkembang. Bank Dunia menaksir harga pangan dan energi yang tinggi telah mendorong 100 juta orang lagi ke lembah kemiskinan tahun ini saja.

Agaknya Zoellick tak pernah turun ke lapangan seperti saya, sesama rakyat jelata Indonesia, negara yang katanya berkembang tapi kerap disandingkan dengan sejumlah negara miskin Afrika dalam sejumlah literatur yang saya baca. Sebab nyatanya, orang miskin itu tak kena dampak apapun atas krisis ekonomi global. Siapa rakyat miskin yang saya maksud? Mereka adalah gelandangan, pengemis, pengamen, anak jalanan, yang tak punya tempat tinggal, tak sekolah, dan entah bagaimana masa depannya.

Adakah artinya nilai rupiah anjlok atau bahkan terjadi devaluasi sekalipun bagi mereka? Apakah jika dolar turun maka mereka akan bisa kuliah dan berbelanja di butik mahal? Apakah jika rupiah anjlok, mereka akan mati bunuh diri? Tidak. Bagi kalangan orang seperti mereka, krisis atau tidak krisis sama sekali tak ada artinya.

Siapa Si Miskin?

Justru yang kena dampak paling heboh dalam situasi krisis adalah kalangan menengah. Kalangan yang dibilang kaya tapi masih naik turun bis kota dan tersiksa macet, terancam copet dan penodong. Tapi tak bisa disebut miskin, sebab mereka bisa mengecap pendidikan tinggi, memiliki laptop dan ponsel, sesekali menikmati Starbucks. Ini yang saya sebut sebagai kalangan “nanggung”.

“Kalau orang kaya, saat krisis begini gampang saja, tinggal alokasikan kekayaannya ke properti atau emas atau dolar, agar bisa selamat. Nah kita, tabungan cuma beberapa juta doang, boro-boro mau beli properti atau emas, diambil sekarang juga langsung habis,” keluh seorang teman yang masuk golongan nanggung itu.

Mungkin kita perlu lebih menjelaskan apa yang dimaksud dengan “orang miskin”. Pada pidato kenegaraan 18 Agustus lalu, Presiden SBY dengan bangga mengatakan bahwa populasi rakyat miskin sudah bisa ditekan. Saya kok seperti mendengar lawakan Srimulat, sebab faktanya anak-anak jalanan yang berkeliaran mengamen di jam sekolah kian membludak. Copet, preman, pengangguran, berita kriminal, kian marak menghiasi hidup keseharian.

Saya tertawa geli membaca tulisan di bawah ini.

Bank Dunia dan Bappenas mencatat, penduduk miskin turun separuh sejak 1997, sampai 2003. Pada 2003, Bappenas mencatat, jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan tinggal 17,4% dari total orang miskin sebanyak 37,3 juta orang. Survei Bappenas ini memakai standar internasional, yaitu penduduk yang mempunyai pendapatan kurang dari US$ 1 per hari, dan patokan harga-harga yang dipakai adalah saat krisis pada 1998.(Tempo).

Kenali “Musuhmu”

Jadi, siapa saja yang berpendapatan lebih dari 1 dolar AS sehari adalah orang kaya? Hei, 1 dolar AS itu kini hanya sekitar Rp. 9000-10.000. Ok, kita bulatkan saja jadi Rp.10.000. Jika dikalikan 30 hari artinya Rp.300.000. Berarti Bappenas mengategorikan mereka yang berpenghasilan Rp.301.000 per bulan adalah orang kaya? Apakah orang Bappenas tahu bahwa untuk mengontrak rumah sederhana saja paling tidak butuh Rp.250.000. Sisanya Rp.50.000 harus cukup untuk makan sebulan dan itu artinya dia sudah kaya? Apakah orang Bappenas mau digaji Rp.310.000 dan dianggap sudah kaya??? Serendah itukah kualitas hidup manusia Indonesia?

Bagaimana pemerintah bisa memperbaiki kondisi rakyat kita, jika mendefinisikan orang miskin saja tidak sanggup? Lalu bagaimana dengan gelandangan dan pengemis di kolong jembatan yang bahkan bisa jadi penghasilannya lebih dari Rp.300.000 sebulan tapi tetap tidak masuk kategori miskin versi pemerintah?

Kabarnya kemiskinan adalah musuh bersama yang layak diperangi. Tapi untuk mengenali musuh itu sendiri saja pemerintah tidak mampu. Ironis!

referensi:
www.voanews.com/indonesian/2008-10-13-voa7.cfm
www.tempointeraktif.com
Foto:arydwantara.files.wordpress.com

Sabtu, 27 Juni 2009

Ceragem

Pada tanggal 15 november lalu telah dibuka sebuah alternative pengobatan (atau pengobatan alternative ya?) melalui terapi Ceragem yang disebut dengan Ceragem Center. Apakah Ceragem itu?
Ceragem atau lebih lengkapnya Ceragem Compact CGM-P390, adalah sebuah alat terapi kesehatan perpaduan pengobatan Timur dan Barat. Prinsip kerja ceragem ini adalah terapi kehangatan melalui tulang belakang manusia berdasarkan titik-titik KOP yang sudah ditentukan. Berikut ilustrasi yang tertera dalam brosur Ceragem :

“ Ibarat pohon, cabang dan batangnya dapat menghasilkan buah dan daun yang baik, tentunya tidak lepas dari akar yang baik pula. Begitu juga sebaliknya bila akarnya bermasalah, akan membuat cabang, ranting, buah dan daunnya juga akan terkena masalah. Sama halnya dengan tulang belakang manusia, fungsinya sama dengan akar pohon tersebut. Tulang belakang adalah pilar bagi tubuh kita.
Dalam terapi Ceragem, cara untuk menjadikan tubuh sehat adalah dengan ”menguatkan akar tubuh” dimana pada tulang belakang terdapat syaraf dan tempat produksi darah. Tentunya dengan mengobati tulang belakang sekaligus mengobati darah dan syaraf. Bla...bla..bla”

Bagaimana cara Ceragem memperbaiki tulang belakang kita? Berdasarkan presentasi yang disampaikan pada kita, pengunjung, sebelum memasuki ruang terapi, dikatakan bahwa Ceragem bekerja melalui tulang belakang kita dengan 4 cara, yaitu:
1. Urut – penekanan pada tulang belakang yang berfungsi mengaktifkan syaraf dan melancarkan peredaran chi sehingga mengoptimalkan kerja dan fungsi organ tubuh kita.
2. KOP – titik-titik pusat syaraf pada tubuh yang sudah di teliti secara ilmiah yang mampu mengaktifkan semua fungsi sel dan membantu menghasilkan darah segar yang baik. Titik-titik ini penting untuk mencegah dan mengobati penyakit.
3. Sinar Infra Merah Jauh – merupakan sinar kehidupan, mengobati penyakit di tubuh kita dengan melancarkan pembuluh darah.
4. Chiro Practice – membetulkan tulang belakang yang bengkok dan bongkok serta mengobati syaraf yang tertekan sehingga fungsi syaraf normal kembali.

Melalui 4 cara yang menyatu dalam alat Ceragem inilah dikatakan mampu mengobati dan mencegah SEGALA MACAM PENYAKIT. (kata yang punya center lho...)

Untuk lebih jelasnya kunjungi www.inniceragem.com.

Sampai saat ini saya sudah mengikuti terapi 8 kali walaupun bolong-bolong (disaranin terapi rutin setiap hari) namun banyak manfaat yang saya rasakan. Tidur jadi lebih nyenyak, Badan segar, Maghku sembuh, dan yang kelihatan secara fisik adalah BERATKU TURUN 5 KILO lho!!!! Padahal sudah putus asa buat ngurusin badan. Senam, diet, jogging dan berbagai cara telah saya lakukan tapi tidak kurus-kurus juga. Jadi sekali lagi....CERAGEM....MEMBUAT HIDUP SEHAT!!!!! YESSSS!!!!

Senin, 08 Juni 2009

Tips gemilang mencapai sukses

Kamu harus berfikir tentang kalimat pertanyaan ini? “Mau jadi apa setelah lulus kuliah nanti? “Kamu bisa jadi apa saja…koQ!”

“Percaya nggak kamu dengan kalimat diatas?” masa sich bisa seperti itu (mimpi kali ye!!!) tetapi setelah mengalami proses belajar yang sesungguhnya, sukses maupun gagal ternyata bisa juga lho percaya ama kata-kata itu. Mungkin tidak sedikit dari teman-teman kita disana bahkan mungkin senior q-ta yang setelah lulus tidak menjadi apa-apa, Hanya gelar saja yang mereka bawa setelah lulus sarjana. Tapi semua itu tidak akan kamu alami kalo kamu benar-benar mau berusaha untuk merubahnya dari sekarang, “aku bisa menjadi apa saja yang aku inginkan.” Caranya gimana dong? ada beberapa hal yang perlu teman-teman ingat dan jalankan, yang ke-


1. Ya, dengan belajar! Karena dengan belajar kamu akan memiliki modal seperti yang kamu cita-citakan. Saya saranin, mulai saat ini juga milikilah tujuan akhir dalam hidupmu! Caranya dengan menulis semua cita-cita kamu atau impian kamu dan berusahalah dengan keras untuk meraihnya! Tujuan udah, rencana udah. Apa lagi ya? Bener nih tujuan yang ada udah mateng? Coba lihat dan pikirkan lagi tujuannya udah kita banget belum? Jangan sampai ditengah jalan kita malah kecewa!ingat jangan asal milih tujuan hidup!kalo netapin tujuan yang kira2 bikin Q-ta semangat terus. Ingat jangan pernah takut gagal!jika kamu mengalami kegagalan jangan pernah takut untuk terus berjuang!toh banyak tokoh2 yang besar & bersejarah ternyata pernah mengalami ribuan kali kegagalan untuk mencapai kesuksesan. Coba kamu banyak membaca tokoh-tokoh bersejarah atau ga usah jauh-jauh nabi Muhammad and nabi dan rasul yang lain yang mengalami ribuan kali kegagalan tapi akhirnya karena keyakinan dan ketakwaannya kepada Allah beliau bisa mencapai tujuan dan cita-citanya.

2. Lalu sekaranglah saatnya kita mengenali diri kita sendiri. lihatlah secara detail siapa diri kita. Tentunya melihat dengan merekam ulang pengalaman-pengalaman kita yang lalu. Kita renungi apa sich potensi kita yang dominan selama ini. Kita tuh enjoynya pas lagi ngapain aja? “menjadi orang yang serba bisa” kenapa tidak? Itu kalo kita rajin menggali potensi apalagi kalo sering melatih dan mengembangkan potensi itu. Kamu tahu ? kalo kita udah kenal diri sendiri apalagi udah bisa menentukan tujuan yang tepat buat kita, banyak hal yang bisa kita peroleh. Bila kita bisa kenali diri kita maka kita bisa mengenal Allah, kita nggak bakal susah ngjalanin hidup, mencapai tujuan, semuanya..keciiiil! kalaupun nggak kecapai ada aja hiburan yang diturunkan Allah ke kita, yang ga kita sangka2. Pokonya kita ga boleh menyerah kita semua dilahirkan untuk cerdas.

3. Apabila kamu mengalami kegagalan, waspadalah dalam melangkah lagi dengan mengevaluasi dulu diri kita, menilik ulang kesalahan jangan sampai terulang kemudian menjalankan rencana kita kembali. Terkadang saking waspadanya kita jadi lambat melangkah, ya udah dech netep dulu di zona nyaman!setelah itu perluaslah zona nyamanmu, dan kamu akan mengalami banyak tantangan dan rintangan tapi setelah itu kita jadi lebih berkembang, tambah dewasa, nambah pengalaman, jadi lebih bergairah hidup dan siap-siap cari jurang lain yang belum diseberangi!

4. Nah, sekarang kamu perlu mengendalikan diri agar tidak mudah terbawa arus negatif. Kemudian Tanamkan pikiran positif, dan selalu berpikir optimis, yakin bahwa kita bisa..kita pasti bisa!kalo kita yakin kita bisa, pasti bisa. Kata Allah dalam hadits Qudsi, “Aku adalah menurut prasangka hambaku”.

5. Lulus lebih cepat itu bagus..tapi kalo setelah lulus kita masih belum tahu mau jadi apa dan mau kemana, mending ga usah jauh-jauh mikir pengen cepet lulus kuliah dech!! malu kan kalo ternyata abis lulus sarjana masih tetep kelimpungan nyari lapangan kerja. Makanya, kamu mesti tentuin semuanya dari sekarang! kecuali kalo kita udah punya perbekalan setelah lulus nanti. Kalo sekarang kamu masih bingung, kamu boleh ikutin cara aku ini..

Gini dech ibaratnya kita mau pergi bawa pesawat pribadi kita ke suatu tempat yang kita inginkan..gimana caranya tuwch kamu bisa sampai kesana?(nah lho mikir..yaaa?)”lho koq pesawat sich?” ya ibaratnya pesawat itu gelar kita nanti, Misalnya doi pergi ke Bali mau bawa pesawat terbang pribadi dan semuanya telah dipersiapkan secara matang, tapi dalam perjalanan kamu bingung mau mendarat dimana ya? Soalnya semua bandara di Bali penuh dengan pesawat-pesawat lain yang lagi landing..aduwh gimana niech padahalkan udah sampai di Bali..sayang baget kalo harus balik lagi ketempat semula. (perjalananya itu kita anggap masa perkuliahan kamu) Pasti bensinnya ga akan muat..kepaksa dech kamu mesti melakukan pendaratan darurat di jalan raya..(lho koq bawa pesawat kejalan raya kaya angkot aja?pesawatkan harusnya mendarat di bandara bukan di jalan raya!) Naah..kalo gitu, sebelum kamu sampai di Bali kamu simpen dulu pesawat kamu di bandara Yogyakarta yang lagi kosong ( misalnya niech jangan pusing dulu).. terus kamu harus pastikan lewat jaringan yang ada di bandara kota Yogya kalo Bandara di bali yang bakal jadi tempat tujuan pesawatmu landing itu bisa kamu masuki dan akhirnya kamu bisa landing pesawat dengan selamat dan santai..kamu ngertikan maksud nya apa?masa sich masih ga ngerti juga?

Ya udah..gini dech intinya selama masa kuliah kamu jangan Cuma fokus gimana caranya biar kamu bisa cepat lulus kuliah dan dapat IPK tinggi..tapi kamu juga harus pastikan dimana kamu akan memakai ilmu dan gelarmu nanti ditempat yang sesuai dengan tujuan semula yang udah dibikin tadi..ya lebih bagus lagi IPK coumloud plus cita-cita ditangan..makanya banyak teman itu penting lho..segala macaminformasi akan mudah didapat dan pengalaman-pengalaman mereka bisa kita jadikan ibroh..Nah kalo udah dijalani semua siap-siap sukses aja dech!!