Sebanyak 34,5 persen dari sekitar 120.000 pernikahan di Indonesia dilakukan oleh remaja usia dini. Mayoritas dari mereka berada dalam rentang usia 12-18 tahun. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengatakan, sekitar 40 persen dari pernikahan dini tersebut terjadi di Jawa Timur. Selain karena perintah agama, pernikahan ini juga seringkali dilatarbelakangi oleh masalah tradisi lingkungan sekitar, yaitu menikah muda. "Karena takut dicap sebagai perawan tua, maka orangtua pun buru-buru menjodohkan dan menikahkan putrinya begitu beranjak remaja," ujarnya, dalam acara seminar di Hotel Puri Asri, Kota Magelang, Rabu (24/6) malam. Hadi mengatakan, faktor penyebab lainnya yang kerap muncul adalah masalah ekonomi. Hal ini banyak melatarbelakangi pernikahan dini di lima kabupaten di Jawa Barat, di antaranya di Kabupaten Cirebon, Karawang, dan Indramayu. Biasanya, anak gadis dari sebuah keluarga dinikahkan dengan keluarga kaya sebagai upaya untuk membayar ...
Siapa paling menderita jika krisis ekonomi mendera? Kalau versi Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, krisis ekonomi global dapat sangat merugikan penduduk miskin di negara-negara berkembang. Bank Dunia menaksir harga pangan dan energi yang tinggi telah mendorong 100 juta orang lagi ke lembah kemiskinan tahun ini saja. Agaknya Zoellick tak pernah turun ke lapangan seperti saya, sesama rakyat jelata Indonesia, negara yang katanya berkembang tapi kerap disandingkan dengan sejumlah negara miskin Afrika dalam sejumlah literatur yang saya baca. Sebab nyatanya, orang miskin itu tak kena dampak apapun atas krisis ekonomi global. Siapa rakyat miskin yang saya maksud? Mereka adalah gelandangan, pengemis, pengamen, anak jalanan, yang tak punya tempat tinggal, tak sekolah, dan entah bagaimana masa depannya. Adakah artinya nilai rupiah anjlok atau bahkan terjadi devaluasi sekalipun bagi mereka? Apakah jika dolar turun maka mereka akan bisa kuliah dan berbelanja di butik mahal? Apakah jika rupi...
Kamu harus berfikir tentang kalimat pertanyaan ini? “Mau jadi apa setelah lulus kuliah nanti? “Kamu bisa jadi apa saja…koQ!” “Percaya nggak kamu dengan kalimat diatas?” masa sich bisa seperti itu (mimpi kali ye!!!) tetapi setelah mengalami proses belajar yang sesungguhnya, sukses maupun gagal ternyata bisa juga lho percaya ama kata-kata itu. Mungkin tidak sedikit dari teman-teman kita disana bahkan mungkin senior q-ta yang setelah lulus tidak menjadi apa-apa, Hanya gelar saja yang mereka bawa setelah lulus sarjana. Tapi semua itu tidak akan kamu alami kalo kamu benar-benar mau berusaha untuk merubahnya dari sekarang, “aku bisa menjadi apa saja yang aku inginkan.” Caranya gimana dong? ada beberapa hal yang perlu teman-teman ingat dan jalankan, yang ke-
1. Ya, dengan belajar! Karena dengan belajar kamu akan memiliki modal seperti yang kamu cita-citakan. Saya saranin, mulai saat ini juga milikilah tujuan akhir dalam hidupmu! Caranya dengan menulis semua cita-cita kamu...
Komentar
Posting Komentar
tinggalkan komentar anda disini!!